GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gubernur Kaltim Isran Noor Buka-bukan Soal Undang HTI Ikut ...

Gubernur Kaltim Isran Noor Buka-bukan Soal Undang HTI Ikut ...

Gubernur Kaltim Isran Noor Buka-bukaan Soal Undang HTI Ikut Rapat Hingga Protes ke Najwa Shihab Najwa Shihab sempat mengulangi lagi kesalahan apa yang telah Isran No…

Gubernur Kaltim Isran Noor Buka-bukan Soal Undang HTI Ikut ...

Gubernur Kaltim Isran Noor Buka-bukaan Soal Undang HTI Ikut Rapat Hingga Protes ke Najwa Shihab

Najwa Shihab sempat mengulangi lagi kesalahan apa yang telah Isran Noor lakukan, hingga akhirnya mantan Bupati Kutai Timur itu protes.

Gubernur Kaltim Isran Noor Buka-bukaan Soal Undang HTI Ikut Rapat Hingga Protes ke Najwa ShihabYoutube.com/Najwa ShihabGubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan surat undangan pertemuan rapat tanggal 24 Oktober untuk ormas-ormas.

TRIBUN-MEDAN.com-Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengaku bersalah karena mengundang pimpinan Hizbut Tahrir Indonesia pada rapat di kantornya 24 Oktober lalu.

Isran Noor membuat pengakuan itu pada a cara Mata Najwa yang disiarkan, Rabu (31/10/2018).

Hadir juga dalam acara bincang-bincang ini narasumber lainnya yaitu, Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, Ketua Umum PPP, Muhammad Rommahurmuziy DPP PKS, AL Muzzamil Yusuf dan mantan anggota Hizbut Tahrir yang juga dosen di UIN Sunan Ampel Surabaya, Ainur Rofiq.

Pembawa acara Najwa Shihab bertanya tentang apa yang terjadi di depan Kantor Gubernur pada 25 Oktober lalu sehingga banyak orang ramai-ramai datang dan sampai mengibarkan bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Gubernur yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN ini mengatakan, peristiwa itu adalah hasil kesepakatan pada rapat tanggal 24 Oktober antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan perwakilan berbagai ormas Islam di wilayah itu.

Ia berinisiatif membuat pertemuan untuk mengajak ormas tidak menggelar unjuk rasa jika Presiden Jokowi datang ke Kaltim keesokan harinya.

“Malu juga kan aku gubernur. Masa’ Presiden di demo-demo?” kata nya.

Perwakilan ormas Islam pun menyatakan mereka tidak akan unjuk rasa, namun akan menggelar parade.

Yang menjadi persoalan, ternyata dalam surat undangan untuk rapat ini, Pimpinan HTI Kaltim disebutkan juga sebagai undangan.

"Jadi sebenarnya itu kesalahan saya tidak melakukan koreksi. Tanda tangan saja undangan. Karena jam 2 tanda tangan, acaranya jam 3," kata Noor.

Halaman selanjutnya 123
Penulis: Liston Damanik Editor: Liston Damanik Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Kalimantan Timur

No comments