BNN sebut Kaltim ranking ketiga kasus penyalahgunaan narkoba | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

BNN sebut Kaltim ranking ketiga kasus penyalahgunaan narkoba

Posted by On 11:40 PM

BNN sebut Kaltim ranking ketiga kasus penyalahgunaan narkoba

Merdeka > Peristiwa BNN sebut Kaltim ranking ketiga kasus penyalahgunaan narkoba Kamis, 6 September 2018 12:14 Reporter : Saud Rosadi Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - BNN Provinsi Kalimantan Timur mengungkap data terbaru penyalahgunaan narkotika. Prevalensi atau secara umum, pengguna narkotika di Kalimantan Timur berada di atas rata-rata prevalensi nasi onal.

BERITA TERKAIT
  • Wali kota Filipina diduga terlibat narkoba tewas ditembak di kantornya
  • Pengemudi ojek online nyambi jualan narkoba
  • Bicara HAM masa lalu, Jokowi lupa 7 hal dalam pidato kenegaraan

Survei salah satu kampus terkemuka di Indonesia, secara nasional di tahun 2017, prevalensi penyalahgunaan narkotika di banding 260 juta jumlah penduduk Indonesia sekitar 1,77 persen, atau sekitar 3,5 juta jiwa.

Pengguna narkotika tidak hanya dari kalangan pekerja, melainkan juga dari kalangan pelajar, dengan prosentase 24 persen. Dirinci lagi, 72 persen di antaranya adalah laki-laki.

"Untuk Kalimantan Timur, prevalensi 2,1 persen. Kita di atas rata-rata nasional, dan kita di rangking ketiga penyalahgunaan narkotika (terbanyak), dari 34 provinsi. Ini sangat memprihatinkan," kata Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono saat bicara kepada media dan pengelola media sosial di Sam arinda, Rabu (5/9) malam.

Menurut Haryono, di Kalimantan Timur, baru memiliki tiga Badan Narkotika Kota di Balikpapan, Samarinda, dan Bontang, yang baru terbentuk 1 bulan lalu. "Sedikit bedanya, BNK, operasionalnya masih dari Pemda. Meski secara vertikal, bagian dari BNP Kaltim," ujar Haryono.

Kaltim, memang jadi salah satu sasaran empuk pengiriman narkoba, yang masuk dari negeri jiran Malaysia, melalui Sebatik, di Nunukan, Kalimantan Utara.

"Tingkat kerawanan (peredaran narkotika), di posisi pertama adalah Samarinda, disusul Balikpapan, lalu Bontang. Meski keterbatasan ini dan itu, tentu kita tidak ingin berpangku tangan. Kita terus melakukan pembinaan bahaya narkoba," ungkap Haryono.

Untuk keterlibatan pegawai dan aparatur negara, MenPAN telah mengeluarkan edaran bernomor 50/2017 tentang Pelaksanaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Misal, diminta sosialisasi P4GN, dan tes u rine. Itu bukan keinginan kami, tapi dari MenPAN. Tapi itu, belum berjalan maksimal," demikian Haryono. [cob]

Baca Juga:
Zat Psilosin dalam jamur, golongan I narkoba dan berbahaya karena halusinasi penggunaWali kota Filipina diduga terlibat narkoba tewas ditembak di kantornyaTiga tahanan Rutan Balikpapan tepergok sipir asyik nyabuAnggota Polsek Medan Area terekam kamera isap sabu di rumah bandar narkobaSuami istri ketahuan sembunyikan sabu 1 kg dalam kemasan kopi China
Topik berita Terkait:
  1. Kasus Narkoba
  2. BNN
  3. Samarinda
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Menko Puan minta masyarakat Indonesia ikut ramaikan Asian Para Games 2018

  • Arak torch relay di Solo, Puan yakin Indonesia capai 7 besar Asian Para Games 2018

  • Rapat di Banggar DPR, Menko Puan fokus 4 prioritas nasional & 12 program prioritas

Rekomendasi

Sumber: Berita Kalimantan Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »