Tiga bulan tak turun hujan, desa di Kalimantan Timur kekeringan | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tiga bulan tak turun hujan, desa di Kalimantan Timur kekeringan

Posted by On 4:29 AM

Tiga bulan tak turun hujan, desa di Kalimantan Timur kekeringan

Merdeka > Peristiwa Tiga bulan tak turun hujan, desa di Kalimantan Timur kekeringan Minggu, 19 Agustus 2018 14:42 Reporter : Saud Rosadi Distribusi air bersih di Desa Muara Adang. ©istimewa/BPBD Paser

Merdeka.com - Permukiman warga transmigrasi, di Desa Muara Adang 2, Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mengalami kekeringan. Tiga bulan terakhir ini desa it u tidak diguyur hujan, akibat musim kemarau. Warga pun kesulitan air bersih.

BERITA TERKAIT
  • Kekeringan, Situ Kamojing Cikampek disulap jadi areal tanam padi
  • Menteri Amran klaim telah berikan 400.000 pompa untuk petani atasi kekeringan
  • Israel dilanda kekeringan, ribuan warga hingga menteri doa minta hujan

Tercatat, ada sekitar 80 kepala keluarga (KK) sangat memerlukan bantuan air bersih. Mereka meminta bantuan Pemkab Paser melalui BPBD Paser, untuk distribusi air bersih.

"Kami mulai distribusikan air bersih dari Sabtu (18/8) kemarin. Sampai hari ini, masih berlanjut," kata Petugas Pusdalops BPBD kabupaten Paser, Putu Budhi, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (19/8).

Dijelaskan, dalam permintaan bantuan, 80 KK itu meminta 1.200 liter air tiap KK. Selain itu juga, 10 tandon berkapasitas yang sama 1.200 liter untuk penyedian air bersih pada fasilitas umum.

"Mulai kemarin, kita distribu sikan 2 tanki kapasitas tanki masing-masing 6.000 liter air bersih. Mungkin 80 KK itu, yang punya tandon saja. Bisa lebih dari itu yang memerlukan air bersih," ujar Budhi.

Diterangkan, dari kepala desa setempat, hujan memang tidak mengguyur cukup lama sejak Juni 2018 lalu. "Ada hujan, tapi cuma sebentar, tidak lama. Hujan lewat saja. Warga yang selama ini mengandalkan air hujan dan menampungnya, tidak bisa menampung," terang Budhi.

Desa Muara Adang 2 sendiri, dominasi dihuni warga peserta program Transmigrasi dari Pulau Jawa, dan kesehariannya bekerja sebagai petani. "Air di fasilitas umum saja, benar-benar kosong. Mereka harus tempuh jalan 40 kilometer, kalau mau ambil air bersih di kecamatan," ungkap Budhi.

"Desa ini cukup jauh masuk ke dalam. Kalau dari kantor BPBD di Tanah Grogot (ibukota kabupaten Paser), perlu sekitar 2,5 jam ke lokasi desa ini. Di desa ini juga, belum ada fasilitas air bersih dari PDAM," demikian Budh i. [did]

Baca Juga:
100 Hari lebih tak diguyur hujan, sejumlah daerah di Jateng alami kekeringanDiduga akibat cuaca panas, peserta lomba drum band 17-an di Karawang pingsanKekeringan di Jawa Barat, wilayah Indramayu paling luasKekeringan, ratusan desa di Jateng krisis air bersihJateng alami krisis air bersih, terparah di Purbalingga dan Sragen
Topik berita Terkait:
  1. Kekeringan
  2. Musim Kemarau
  3. Cuaca Ekstrem
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Safari dukungan pada altet, Menko Puan serahkan medali angkat besi putri kelas 48 Kg

  • Menko Puan dapat kehormatan kalungkan medali juara wushu di Asian Games 2018

  • Menko PMK: Pembukaan Asian Games 2018 sukses, Indonesia bangga

Rekomendasi

Sumber: Berita Kalimantan Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »