Kampung Iklim di Kalimantan Timur akan jadi Destinasi Wisata | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kampung Iklim di Kalimantan Timur akan jadi Destinasi Wisata

Posted by On 8:18 PM

Kampung Iklim di Kalimantan Timur akan jadi Destinasi Wisata

Program Kampung Iklim

Kampung Iklim di Kalimantan Timur akan jadi Destinasi Wisata

Kampung iklim dapat dikolaborasikan menjadi destinasi wisata sehingga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kampung Iklim di Kalimantan Timur akan jadi Destinasi WisataTribun Kaltim/HOLokakarya pengembangan Program Kampung Iklim (Proklim) Provinsi Kaltim di ballroom Selyca Hotel Samarinda, Kamis (30/8/2018).

TRIBUNKALTIM.CO. SAMARINDA - Program Kampung Iklim (Proklim) di Provinsi Kalimantan Timur cukup berkembang. Bukan hanya di kawasan daratan namun juga di wilayah pesisir. Menariknya, kampung iklim dapat dikolaborasikan menjadi destinasi wisata sehi ngga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Proklim dikembangkan di daratan dan pesisir. Harus ada keseimbangan. Masa depan Indonesia ini di laut atau perairan. Jadi proklim kawasan pesisir harus dipromosikan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, Nursigit, saat Lokakarya Pengembangan Program Kampung Iklim Provinsi Kaltim di Samarinda, Kamis (30/8/2018).

Selama ini, kata Nursigit, yang dipromosikan hanya kampung iklim di area darat. Padahal yang jauh lebih menarik justru di kawasan pesisir. Kondisi ini dimaklumi karena regulasi untuk pengembangan proklim di darat berupa perda sudah diterapkan. Sedangkan regulasi untuk kawasan pesisir masih dalam proses pembahasan. "Untuk pesisir masih dalam tahap proses penyusunan regulasinya. Ranperda sudah jadi. Diharapkan, 2018 ini disahkan menjadi perda oleh DPRD Kaltim sehingga program kegiatan mudah direalisasikan," tambahnya.

Regulasi tersebut, jelasnya, membagi empat bagian zonasi perairan. Ada Kawasan Pemanfaatan Umum (KPU), Kawasan Konservasi Pesisir. Kemudian, pembagian kawasan yang berkaitan dengan alur laut untuk mengetahui zonasi koordinat, letak kabel dan pipa di bawah laut. Juga pembagian zonasi pulau-pulau kecil dan pulau terluar.

Menurut Nursigit, pihaknya sangat menantikan pengesahan ranperda tahun ini sehingga kegiatan -kegiatan lebih mudah dilaksanakan. Jika belum, pihaknya tidak akan bergerak cepat karena dikhawatirkan terjadi salah arah misalnya dalam hal perizinan dan lainnya.

Mengenai dukungan walikota dan bupati, Nursigit optimistis semuanya sangat mensupport. Daerah yang memiliki kawasan pesisir yakni Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, Kutai Timur, dan Berau. "Saya sangat yakin kepala daerah setempat sangat mendukung memperluas area konservasi dan pengembangan wisata laut atau bahari. Untuk itu, kita harus mendorong percepatan ranperda secepatnya jadi perda sehi ngga investor juga berlomba untuk menanamkan investasi. Misalnya membangun cottages dan sarana penunjang wisata di kawasan pemanfaatan umum," tandasnya.

Terkait proklim, hingga kini Kaltim telah memiliki 28 Kampung Iklim yang tersebar di PPU, Balikpapan, Kukar, Bontang, Kutim dan Berau. Kampung Iklim, menurut Nursigit akan diperbanyak lagi sesuai kesepakatan target Kaltim yakni 200 Kampung Iklim.

Lokakarya yang dimoderatori oleh Niel Makinuddin, menghadirkan pembicara antara lain Nursigit Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, Muhammad Fadli REDD+ Jurisdictional Expert Global Green Growth Institute, Prof DR Daddy Ruhiyat Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, Arrizal Rahman Kepala Seksi Perlindungan Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan. Sedangkan pesertanya beradal dari dinas lingkungan hidup se-Kaltim, serta institusi terkait lainnya.(*)

Editor: Fransina Luhukay Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Detik-detik sebelum Tewas Dibegal, Mahasiswi Bandung Sempat Berencana Salat Tahajud Sumber: Berita Kalimantan Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »