Masih Banyak Sekolah Rusak di Samarinda, Encik: Dana CSR Bisa ... | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Masih Banyak Sekolah Rusak di Samarinda, Encik: Dana CSR Bisa ...

Posted by On 8:33 PM

Masih Banyak Sekolah Rusak di Samarinda, Encik: Dana CSR Bisa ...

Masih Banyak Sekolah Rusak di Samarinda, Encik: Dana CSR Bisa buat Bangun Sekolah

Persoalan masih masihnya banyaknya bangunan sekolah di Samarinda dalam kondisi rusak mendapat perhatian Dewan Pendidikan Kaltim.

Masih Banyak Sekolah Rusak di Samarinda, Encik: Dana CSR Bisa buat Bangun SekolahTribun KaltimSalah satu sekolah rusak di Kota Samarinda.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan masih masihnya banyaknya bangunan sekolah di Kota Samarinda dalam kondisi rusak mendapat perhatian Dewan Pendidikan Kaltim. Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 200 bangunan sekolah negeri, tingkat SD dan SMP di Samarinda rusak.

Ketua Dewan Pendidikan Kaltim Hj Encik Widyani kep ada Tribun, Senin (16/7) mengungkapkan, bahwa APBD Kabupaten/Kota memang tak bisa diharapkan untuk memperbaiki sekolah-sekolah rusak. Apalagi, saat ini, pemerintah daerah masih gencar melakukan efisiensi dengan memangkas sejumlah anggaran, termasuk untuk anggaran
pendidikan.

"Situasi (keuangan) kita memang sekarang sangat sulit," ujar Encik yang pernah duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim ini.

Baca: Prancis Raih Tropi Piala Dunia, Sang Pelatih Ungkap Rahasia Bisa Kalahkan Kroasia

Menurut Encik, yang bisa dilakukan jika memang tetap berharap pada APBD adalah menentukan skala prioritas. Sekolah-sekolah yang tingkat kerusakannya cukup parah dan sudah mengganggu proses belajar mengajar harus mendapatkan anggaran perbaikan.

Di lain sisi, kata dia, walau yang bisa ditangani tidak bisa seluruhnya, setidaknya pemerintah hadir untuk mengurangi beban yang dirasakan warga, khususnya anak didik "Mana yang paling parahlah diutam akan," ujarnya.

Encik juga menilai bahwa kebijakan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBD sebenarnya bukanlah jaminan masalah sekolah rusak bisa teratasi. Pasalnya, anggaran minimal 20 persen untuk pendidikan tersebut juga mengakomodir gaji, insentif, dan lainnya. Dan masalahnya, anggaran untuk gaji, insentif dan lainnya ini juga cukup besar.

"Kalau termasuk gaji, memang minimal 20 persen itu masih kurang. Kalau 26 persen juga bisa kurang," ujarnya.

Solusi yang paling mungkin saat ini adalah memaksimalkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar sekolah.

Baca: Sensasi Nonton Langsung Laga Final di Stadion Luzhniki yang Jadi Inspirasi Bung Karno

Encik sendiri sangat menyayangkan pembatalan Perda Kaltim tentang CSR oleh Menteri Dalam Negeri beberapa waktu lalu. Padahal dalam perda tersebut mengatur pengumpulan dana CSR dari perusahaan hingga di stribusinya sudah ditata dengan baik.

"Jadi CSR-nya itu satu pintu. Jadi diberikan kepada pengelola dan pengelola akan mendistribusikan," ujarnya.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Doan E Pardede Editor: Sumarsono Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Dengar Suara Tangisan, Pria di Lampung Kaget Lihat Istri Bunuh Kedua Anak Kandungnya Sumber: Google News | Liputan 24 Samarinda

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »