Delta Mahakam, Kisah Daerah Terpencil di Pinggiran Kalimantan ... | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Delta Mahakam, Kisah Daerah Terpencil di Pinggiran Kalimantan ...

Posted by On 2:30 PM

Delta Mahakam, Kisah Daerah Terpencil di Pinggiran Kalimantan ...

Berita Rekomendasi

Delta Mahakam, Kisah Daerah Terpencil di Pinggiran Kalimantan Timur

Kamis, 26 Juli 2018 Jam: 20:09:27 WIBDelta Mahakam, Kisah Daerah Terpencil di Pinggiran Kalimantan Timur

KLIKSAMARINDA.COM - Di tengah hiruk pikuk perpolitikan di Kalimantan Timur (Kaltim), di antara tarik ulur rencana pembangunan infrastruktur yang menggebu di Bumi Mulawarman, sebutan Kaltim, ada sepenggal kisah di pelosok wilayah penghasil minyak, gas, dan butabara ini.

Inilah Delta Mahakam, wilayah yang memiliki lanskap pematang dan pohon-pohon bakau yang berderet memanjang sejauh mata memandang. Daerah ini terisolasi, terpencil, dan jauh dari geliat aktivitas perkotaan yang beraroma emisi.

Di sana, meski tak seperti lalu lalang jalan raya perkotaan, masih tampak semangat dan harapan pada anak-anak bangsa yang ingin mengeyam pendidikan.

Antar pulau, anak-anak itu rela meniti jengkal demi jengkal hamparan air laut dan terpaan angin sambil memandang keluasan cakrawala.

Setiap hari, sebuah kapal besar menjemput mereka. Kapal itu membawa mereka ke desa tempat mereka tinggal di Desa Muara Ilo, Kukar. Di atas kapal, tak satu pun dari pelajar itu berpelampung.

Pun, terik matahari tak mereka khawatirkan. Mereka kerap berjalan di atas jembatan di antara pematang dan hamparan pohon bakau.

Subiana, salah satu siswa kelas 2 di SD Negeri 14, kerap melewati jembatan kayu yang merupakan bantuan dari perusahaan migas yang beroperasi di Delta Mahakam.

Begitulah suasana pelajar SD Negeri 14 dan SMP Negeri 4, yang terletak di Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar). Kedua sekolah tersebut merupakan sekolah satu atap.

Sekolah itu berdiri di atas sungai di pelosok Delta Mahakam berseberangan dengan laut lepas di Selat Makassar. Bangunan sekolah itu berbahan kayu yang dilengkapi jembatan buatan untuk penyebarangan di sekitar sekolah.

Sekolah di Desa Tani Baru menjadi satu-satunya akses pendidikan bagi warga dua desa paling ujung di wilayah Delta Mahakam. Kedua desa tersebut adalah Desa Tani Baru dan Desa Muara Pantauan.

Sekolah di Desa Tani Baru sebelumnya hanya setingkat sekolah dasar. Namun, karena pertimbangan banyak anak-anak desa yang tidak melanjutkan sekolah, upaya pendirian sekolah lanjutan pun berlangsung.

Hingga akhirnya berdiri sekolah menengah pertama. Sampai saat ini, sekolah tersebut belum ada penambahan jumlah guru.

Di sisi lain Delta Mahakam, ada pula siswa yang menggunakan sepeda atau berjalan kaki di atas jembatan dengan jarak tempuh 7 km dalam rentang waktu 30 menit-1 jam untuk sampai tujuan.

Mereka pulang pergi menuju rumah masing-masi ng dengan melintasi jembatan di tengah tambak dan pohon bakau. Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Kepala SD Negeri 14.

Kepala SD Negeri 14, Darta menyatakan, tak banyak cara bagi anak-anak itu untuk bersekolah di wilayah pesisir sekitar Delta Mahakam.

“Mereka terpecah di pulau-pulau. Ada yang menggunakan perahu ketinting, ada juga jalan jembatan 7 kilo. Ada yang juga yang jalan dari rumah jam 6 sampai sini setengah 8,“ ujar Darta. (*)

Reporter : Jie Editor : Dwi Hendro B.

Baca Juga

  • Ini Kisah Aneh Sebelum Gadis Cantik Asal Bontang Itu Terlindas Truk
  • Wanita Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Di Bontang
  • KPK Mau ke Kutai Kartanegara, Ada Apa?
  • Astaga, Gadis Remaja Nekat Buka Pakaian di Arena Balapan
  • Korban Lubang Tambang Kaltim Bertambah, Kali Ini di Penajam Paser Utara

Sumber: Berita Kalimantan Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »