Air Laut di Bontang Tiba-tiba Menghitam, Ternyata Ini Penyebabnya | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Air Laut di Bontang Tiba-tiba Menghitam, Ternyata Ini Penyebabnya

Posted by On 8:33 PM

Air Laut di Bontang Tiba-tiba Menghitam, Ternyata Ini Penyebabnya

Air Laut di Bontang Tiba-tiba Menghitam, Ternyata Ini Penyebabnya

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman pesisir padat penduduk di Kelurahan Berebas Pantai, Bontang Selatan menyisakan limbah.

Air Laut di Bontang Tiba-tiba Menghitam, Ternyata Ini PenyebabnyaTribun KaltimWarga membersihkan limbah bekas kebakaran yang memenuhi laut di Bontang Selatan.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kebakaran hebat yang melanda kawasan pemukiman pesisir padat penduduk di Kelurahan Berebas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan pekan lalu menyisakan pekerjaan rumah baru. Sisa-sisa kebakaran mencemari perairan laut Bontang sejak seminggu terakhir.

Kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Laut Indah paling te rdampak. Wilayah yang bersebelahan langsung dengan lokasi kejadian ini paling parah. Gelombang laut menyeret sisa-sisa puing kebakaran dan memenuhi perairan ini. Air laut di pelabuhan tiba-tiba menghitam ditutupi limbah sisa kebakaran yang menghanguskan 31 rumah tersebut.

Kepala seksi Mitra Pemanfaatan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang, Lukmanul Hakim mengatakan pihaknya harus bekerja ekstra membersihkan sisa-sisa limbah kebakaran yang menutupi perairan. Beruntung, petugas dibantu warga setempat, komunitas dan mahasiswa selama kegiatan bersih-bersih ini.

Baca: Kebakaran di Anggana, 35 Rumah Hangus, Kerugian Ditaksir Capai Rp 5 Miliar

"Semua ketua RT se-Kelurahan Tanjung Laut Indah turun andil, Bina Kelola Lingkungan, komunitas-komunitas lokal serta mahasiswa," ujar Lukman-begitu akrab disapa kepada wartawan usai mengikuti aksi bersih-bersih ini, Minggu (15/7)

Lukman menjelaskan, kegiatan bersih laut digelar selam a dua hari. Aksi pertama kali dilakukan pada Jumat (13/7) pagi. Kemudian berlanjut pada Minggu (15/7) kemarin. Total sampah yang berhasil diangkut sebanyak 20 ton.

Limbah sisa kebakaran, lanjut Lukman, cukup merepotkan pihaknya. Sebanyak 50 petugas dari DLH harus diterjunkan untuk membersihkan laut yang tercemar. Petugas terpaksa menggunakan jaring yang dibuat seadanya untuk mengangkut sampah-sampah tergenang.

Baca: Inilah Susunan Pemain Perancis Vs Kroasia - Pelatih Pertahankan Komposisi The Winning Team

"Beberapa juga ada yang menggunakan perahu dan jaring untuk ambil sampah yang mengapung," kata Lukman.

Selama kegiatan ini, tujuh armada dump truk dikerahkan memuat sampah yang berhasil diangkut dari permukaan air. Pantauan media ini. Perairan Pelabuhan Tanjung Laut Indah, mulanya menghitam akibat tumpukan sisa-sisa kebakaran yang menutupi permukaan air.

Seusai kegiatan ini, perlahan-lahan air mulai kembali normal hanya menyisakan beberapa sisa-sisa limbah kebakaran. Menurut Lukman, sisa-sisa kebakaran kemarin tak merusak ekosistem yang ada. Sebab kebakaran menghanguskan rumah milik warga yang berbahan dasar kayu.

Baca: Lewat Instagram Ayu Ting Ting Melamar Shah Rukh Khan, Jawabannya Sungguh Mengejutkan

"Itu kan arang. Jadi tidak berbahaya bagi ekosistem. Tapi harus diangkut karena kalau dibiarkan juga merusak pemandangan dan menggangu lalu lintas kapal di Pelabuhan Rakyat ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang Editor: Sumarsono Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Dengar Suara Tangisan, Pria di Lampung Kaget Lihat Istri Bunuh Kedua Anak Kandungnya Sumber: Google News | Liputan 24 Bontang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »