Yayasan BOS Lepasliarkan 5 Orangutan ke Hutan Kalimantan Timur | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Yayasan BOS Lepasliarkan 5 Orangutan ke Hutan Kalimantan Timur

Posted by On 5:09 PM

Yayasan BOS Lepasliarkan 5 Orangutan ke Hutan Kalimantan Timur

Salah satu orangutan bernama Obi, yang diadopsi oleh PT Bridgestone Indonesia kepada Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), di hutan konservasi Samboja Lestari, Kalimantan Timur.KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Salah satu orangutan bernama Obi, yang diadopsi oleh PT Bridgestone Indonesia kepada Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), di hutan konservasi Samboja Lestari, Kalimantan Timur.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) kembali melepasliarkan lima individu orangutan di Hutan Kehje Sewen, Kutai Timur (Kutim), Senin (25/6/2018).

CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite mengatakan, pelepasliaran orangutan ini bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Lima individu orangutan yang dilepasliarkan adalah hasil proses rehabilitasi di Samboja Lestari.

Terdiri dari satu jantan yaitu Julien (7 tahun), dan empat betina yaitu Erina (8), Cheryl (7), Nicola (13), dan Choki (7).

Kelimanya akan diberangkatkan dari Samboja Lestari langsung ke titik-titik pelepasliaran di Hutan Kehje Sewen yang berjarak 20 jam perjalanan.

Kelima orangutan ini dinilai telah memiliki keterampilan dan perilaku yang memenuhi syarat agar bisa hidup mandiri di hutan.

Baca juga: Pelempar Rokok ke Orangutan Disanksi Jadi Petugas Kebersihan

“Pelepasliaran ini adalah yang keenam belas kalinya dilaksanakan oleh Yayasan BOS, bekerja sama dengan BKSDA Kaltim,” kata Jamartin.

Menurutnya, hutan yang menjadi rumah baru bagi lima individu orangutan tersebut merupakan kawasan hutan restorasi ekosistem seluas 86.450 hektar di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Hutan tersebut telah menampung 86 individu orangutan hasil pelepasliaran.

“Kegiatan pelepasliaran yang secara rutin dilaksanakan oleh Yayasan BOS secara nyata berhasil meningkatkan populasi orangutan di alam liar. Namun di sisi lain, ini mendorong daya tampung hutan pelepasliaran mendekati batasnya,” ujarnya.

Bahkan, survey yang dilakukan Yayasan BOS di Hutan Kehje Sewen menunjukkan, bahwa hutan ini sanggup menampung 150 orangutan, sementara kini populasinya mencapai 91 orangutan.

Kondisi ini mendorong Yayasan BOS untuk terus mencari kawasan hutan alternatif yang memenuhi syarat untuk pelepasliaran orangutan di masa yang akan datang.

Baca juga: Sebentuk Cinta Profesor Birute pada Orangutan

“Kami masih akan terus mewujudkan mimpi kami untuk terus melepasliarkan orangutan yang saat ini kami rehabilitasi ke habitat alami mereka sekaligus menjamin p opulasi orangutan liar di Kalimantan Timur tidak punah,” sebutnya.

Dia menambahkan, masih ada ratusan orangutan di Samboja Lestari menanti dilepasliarkan, namun kapasitas hutan pelepasliaran masih kurang.

Karenanya, Yayasan BOS meminta dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menambah areal pelepasliaran di Kalimantan Timur.

“Manusia sangat membutuhkan berbagai jasa lingkungan dari hutan, air dan udara bersih, berbagai hasil hutan, serta iklim yang teregulasi dengan baik. Orangutan menjaga kualitas hutan, karenanya keberadaan mereka sangat penting bagi kita. Jadi, kita semua harus bersama-sama menjaga keberadaan orangutan di hutan,” pungkasnya.

Kompas TV Pihak pengelola kebun binatang memastikan akan memperketat pengawasan terhadap satwa dan para pengunjung.

Berita Terkait

Lama di Jakarta, Orangutan Ini Akhirnya Kembali ke Kalimantan

Pasca Orangutan Dilempari Rokok, Kapolda Sarankan Kebun Binatang Bandung Pasang CCTV

Penjelasan Pelempar Rokok ke Orangutan di Kebun Binatang Bandung

Kok Orangutan Bisa Merokok, Begini Kata Dokter Hewan...

Pelemparan Rokok ke Orangutan Dikhawatirkan Mengubah Kesehatan dan Perilakunya

Terkini Lainnya

Begini Skema TPS Aman untuk Pilgub Jabar pada 27 Juni di Karawang

Begini Skema TPS Aman untuk Pilgub Jabar pada 27 Juni di Karawang

Regional 26/06/2018, 06:58 WIB Pilih Siapa di Pilgub Jawa Tengah 2018?

Pilih Siapa di Pilgub Jawa Tengah 2018?

Regional 26/06/2018, 06:34 WIB BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Jaksel dan Jaktim Siang Ini

BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Jaksel dan Jaktim Siang Ini

Megapolitan 26/06/2018, 06:29 WIB 6 Warga Cengkareng Timur Tewas, Polisi Amankan 15 Jeriken Miras

6 Warga Cengkareng Timur Tewas, Polisi Amankan 15 Jeriken Miras

Megapolitan 26/06/2018, 06:20 WIB Presiden Taiwan Ajak Negara-negara Bangkit 'Melawan' China

Presiden Taiwan Ajak Negara-negara Bangkit "Melawan" China

Internasional 26/06/2018, 06:06 WIB Donasi untuk Prabowo Tertinggi Rp 15 Juta, Terendah Rp 1.000

Donasi untuk Prabowo Tertinggi Rp 15 Juta, Terendah Rp 1.000

Nasional 26/06/2018, 06:06 WIB Proses Panjang Litbang Kompas untuk Presisi Hasil 'Quick Count'...

Proses Panjang Litbang Kompas untuk Presisi Hasil "Quick Count"...

Nasional 26/06/2018 , 06:05 WIB Kronologi 2 Tahanan Narkoba yang Kabur dari Mapolres Jakarta Timur...

Kronologi 2 Tahanan Narkoba yang Kabur dari Mapolres Jakarta Timur...

Megapolitan 26/06/2018, 05:57 WIB PAN: Kami Juga Merasakan Ketidaknetralan Aparat Negara Saat Pilkada

PAN: Kami Juga Merasakan Ketidaknetralan Aparat Negara Saat Pilkada

Nasional 26/06/2018, 05:34 WIB Yayasan BOS Lepasliarkan 5 Orangutan ke Hutan Kalimantan Timur

Yayasan BOS Lepasliarkan 5 Orangutan ke Hutan Kalimantan Timur

Regional 26/06/2018, 05:30 WIB BPOM Pasang Stiker Bebas Formalin untuk 270 Pedagang Pempek

BPOM Pasang Stiker Bebas Formalin untuk 270 Pedagang Pempek

Regional 26/06/2018, 05:15 WIB Sopir Adik Herman Hery Bantah Dugaan Pengeroyokan yang Dilaporkan Ronny

Sopir Adik Herman Hery Bantah Dugaan Pengeroyokan yang Dilaporkan Ronny

Megapolitan 26/06/2018, 05:00 WIB BMKG Ingatkan Dampak Fenomena Madden Julian Oscilation

BMKG Ingatkan Dampak Fenomena Madden Julian Oscilation

Regional 26/06/2018, 05:00 WIB Banjir Terjang Kendari, Ratusan Warga Mengungsi

Banjir Terjang Kendari, Ratusan Warga Mengungsi

Regional 26/06/2018, 00:06 WIB Cuaca Buruk, Empat Pesawat Tujuan Kendari Gagal Mendarat

Cuaca Buruk, Empat Pesawat Tujuan Kendari Gagal Mendarat

Regional 25/06/2018, 23:52 WIB Load MoreSumber: Berita Kalimantan Timur

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »