GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bontang Selatan Terawan Pelanggaran saat Pencoblosan

Bontang Selatan Terawan Pelanggaran saat Pencoblosan

Bontang Selatan Terawan Pelanggaran saat PencoblosanSenin, 25 Juni 2018 Jam: 03:14:50 WIB(Kiri-kanan) Aldi, Agus Susanto, Nasrullah, Komisioner Panwaslu Bontang. (KLIKBONTANG/IC…

Bontang Selatan Terawan Pelanggaran saat Pencoblosan

Bontang Selatan Terawan Pelanggaran saat Pencoblosan

Senin, 25 Juni 2018 Jam: 03:14:50 WIBBontang Selatan Terawan Pelanggaran saat Pencoblosan(Kiri-kanan) Aldi, Agus Susanto, Nasrullah, Komisioner Panwaslu Bontang. (KLIKBONTANG/ICHWAL)

KLIKBONTANG.COM - Panwaslu Kota Bontang memetakan potensi pelanggaran pemilu Gubernur Kaltim 2018 yang tersisa 2 hari lagi.

Dari hasil pemetaan petugas. Kecamatan Bontang Selatan menjadi wilayah paling tinggi terjadi potensi pelanggaran saat hari pencoblosan nanti.

Klikbontang membagi 4 kategori jenis pelanggaran yang beroptensi terjadi. Diantaranya, pemilih yang memenuhi syarat tapi tak terdaftar, kedua pemilih disabilitas, kemudian ketersediaan logistik dan terakhir formulir C6 tak sa mpai ke pemilih.

Dari 4 jenis potensi pelanggaran di atas. Kecamatan Bontang Selatan mencatat 121 potensi pelanggaran. Kemudian Bontang Utara dengan 58 potensi pelanggaran dan Kecamatan Bontang Barat dengan 29 potensi pelanggaran.

Anggota Komisioner Panwaslu, Nasrullah menjelaskan pemilih yang memenuhi syarat namun belum terdaftar masih ada ditemukan petugas di lapangan. Ia meminta KPU Bontang segera menyelesaikan temuan ini sebelum hari pelaksanaan pemilu.

“Kami dapat laporan dari panwascam, PPL yang bertugas di tiap kecamatan bahkan kelurahan,” ujar Nasrullah.

Poin kedua, yakni pemilih disabilitas. Panwaslu memasukan poin ini lantaran pemilih cacat rentan digiring untuk memilih salah satu Paslon. Kasus ini menjadi jenis potensi pelanggaran tertinggi dengan 80 kasus.

Kecamatan Bontang Utara, potensi kasus ini sejumlah 32. Sedangkan di Bontang Selatan sebanyak 39 pemilih disabilitas lalu Bontang Barat ada 9 orang. “Mereka berhak menentuk an pilihanya. Tanpa ada penggiringan ke salah satu paslon tertentu,” ujarnya.

Pada poin ketiga yakni ketersedian logistik. Agus Susanto, komisioner Panwaslu menuturkan distribusi logistik ke wilayah pesisir rentan tak sampai. Karena lokasinya harus menyebrang laut. Selain itu pengawasan di wilayah ini minim karena letaknya yang jauh dari perkotaan.

Dan poin terkahir, formulir C6 tak didistribusikan ke pemilih. Salah satu temuan dilapangan, adanya formulir C6 yang belum diterima pemilih lantaran Ketua KPPS tengah berada di luar kota. Untuk potensi pelanggaran ini Panwaslu mencatat sebanyak 25 kasus. Kecamatan Bontang Barat paling rawan terjadi sejumlah 13 kasus.

Pun begitu. Pihaknya meminta penyelenggara teknis (KPU) untuk memastikan seluruh logistik diterima oleh pemilih sehari sebelum pencoblosan. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan Editor : Suriadi Said

Baca Juga

  • Neni Tanya Silpa, Ini Jawaban Adi Darma
  • Kedelapan Bakal Calon Pilgub Kaltim Lolos Tes Kesehatan
  • Adi Sebut Program Rp 200 Juta Per RT Bebani APBD, Berikut Jawaban Neni
  • Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Pegawai Honor Diamankan Panwas Bontang
  • Dilantik Gubernur Awang, Neni-Basri Resmi Pimpin Bontang Lima Tahun Kedepan

Sumber: Google News | Liputan 24 Bontang

No comments