501 Orang Eks Karyawan Ajukan Gugatan ke PN Tenggarong | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

501 Orang Eks Karyawan Ajukan Gugatan ke PN Tenggarong

Posted by On 1:08 AM

501 Orang Eks Karyawan Ajukan Gugatan ke PN Tenggarong

AJUKAN GUGATAN : Perwakilan dari 501 orang eks Karyawan PT MSPG bersama Ketua Tim Kuasa Hukum dari Dony Law Office, yakni Dony Setio Budi menggelar pertemuan saat penandatangan kuasa sebelum mengajukan gugatan ke PN Tenggarong beberapa waktu lalu. (ist)

Sub) PT MSPG Terancam Akan Dipailitkan

1News.id, KutaiKartanegara â€" Sebanyak 501 orang eks karyawan PT Mahakam Sawit Plantation Group (MSPG), Selasa (15/5/2018) lalu telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong. Hal tersebut dikemukakan Dony Setio Budi, selaku Ketua Tim Kuasa Hukum 501 orang eks karyawan.

“ Sebanyak 501 orang karyawan terdiri dari 7 perusahaan Kalpataru Investama, yakni 20 orang dari PT KIU, 43 orang dari PT KTSP, 54 orang dari PT KSP, 65 orang dari PT MSK, 67 orang dari PT KBP, 109 orang dari PT SKP, 136 orang darei PT MSP, dan 7 orang sebagai sukyek hukum yang berdiri sendiri dengan jabatan level Project Manager, Assistant maupun Kepala Departemen,” jelas Dony kepada harian ini, Kamis (17/5/2018).

Dilanjutkannya, 501 orang eks karyawan PT MSPG itu telah mengajukan gugatan ke PN Tenggarong dengan Register Perakara Nomor : 45/Pdt.G/2018/PN.Trg, perihal gugatan pengakuan utang dan kesanggupan membayar utang.

“ Jadi dalam pengajuan gugatan ini, PT MSPG berada dalam posisi tergugat dan 501 orang eks karyawan sebagai penggugatnya. Dimana dalam hal ini, PT MSPG harus membayarkan hak 501 eks karyawan sebagai penggugat sebesar Rp 56.936.899.678.78 atau kurang lebih Rp 56 miliar,” urai Dony, lagi.

Kemudian, jelasnya, dalam penanganan masalah ini, Dony Law Office memiliki tim pengacara, mereka terdiri Andi Syamsualam, Hermon Yari dan Rustani. Dan mengapa pihaknya menempuh jalur hukum keperdataan ?, padahal pih ak PT MSPG telah menjanjikan dalam beberapa bulan akan membayarkan hak semua karyawan tersebut.

“ Jadi pandangan saya begini. Dengan adanya gugatan pengakuan utang dan kesanggupan membayar utang ini, bertujuan agar pihak perusahaan (PT MSPG,Red.) tidak mengalami beban pertanggungjawaban secara keperdataan yang lebih besar, jika hal ini tidak di stopkan (perhitungan gajinya),” urai Dony.

“ Tapi jika memang benar perusahaan membayar hak semua karyawan untuk beberapa bulan sesuai dengan kemampuan perusahaan, maka alangkah baiknya proses tersebut dilakukan secara hukum, agar memberikan jaminan dan kepastian hukum kepada seluruh karyawan. Baik mengenai batas waktu pembayaran selanjutnya dan konsekuensi hukumnya jika perusahaan tidak mampu lagi membayar akan dituangkan dalam akta perdamaian nantinya yang memiliki kekuatan hukum eksekutorial,” tambah Dony, lagi.

Padahal, beber Dony, tim kuasa hukum awalnya hendak melakukan langkah hukum berdasarkan Und ang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri dan Niaga Jakarta Pusat. Namun tim kuasa hukum menganggap bahwa pihak Direksi PT MSPG masih mampu untuk merealisasikan pembayaran hak 501 orang karyawan MSPG.

“ Karena penyelesaian win â€" win solution secara kekeluargaan-lah yang kami harapkan. Dan kami juga berhadap kepada orang tua kami segenap pimpinan direksi yang kami sayangi. 501 orang karyawan tidak menginginkan PT MSPG dipailitkan, namun menginginkan perusahaan ini tetap kembali beroperasi dengan pengelolaan manajement perusahaan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ungkapnya.Dalam kesempatan ini pula, Dony sebagai Kuasa Hukum Sudirman (eks karyawan PT MSPG) yang dipecat dengan tuduhan penggelapan pajak, namun tidak terbukti berencana dalam waktu dekat akan mengajukan permohonan lelang eksekus i Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT MSPG.

Dimana pada tanggal 21 Desember 2017 PN Tenggarong diwakili oleh Panitera atau Jurusita telah melakukan Sita Eksekusi Aset milik PT. MSPG berupa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) beserta perumahan di lokasi pabrik di Dusun Banyuwangi, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebulu, berdasarkan penetapan Ketua PN Tenggarong Nomor : 14/Pdt.G/2017/PN.Trg, tertanggal 18 Desember 2017.

” Permohonan lelang eksekusi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT MSPG ini bertujuan selain untuk membayar hak Sudirman dalam perkara perdata Nomor : 14/Pdt.G/2017/PN.Trg, juga dapat dijadikan solusi oleh segenap Pimpinan Direksi PT MSPG dalam membayar hak 501 orang karyawan sesuai dengan kemampuan perusahaan dan telah disepakati bersama,” kata Dony. (bay)

Komentar

komentar

Sumber: Google News | Liputan 24 Tenggarong

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »