Nyamannya Pakai Uang Elektronik, 75 Perak pun Dikembalikan | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Nyamannya Pakai Uang Elektronik, 75 Perak pun Dikembalikan

Posted by On 8:15 PM

Nyamannya Pakai Uang Elektronik, 75 Perak pun Dikembalikan

BI KPw Kaltim Gelar Workshop Wartawan

Nyamannya Pakai Uang Elektronik, 75 Perak pun Dikembalikan

Selain uang elektronik, instrumen non tunai yang lebih dulu dikenal di masyarakat berupa kartu kredit, kartu debet, dan kartu ATM.

Nyamannya Pakai Uang Elektronik, 75 Perak pun DikembalikanISTIMEWAChristian, Manajer Fungsi Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPw BI Provinsi menyampaikan materi dalam Workshop Wartawan Ekonomi di Bali.

Kembalian berupa permen saat belanja di warung masih kita jumpai hingga kini. Alasan si pedagang karena tak ada receh/logam atau uang pecahan kecil. Biasanya empat hingga lima permen jadi pengganti uang kembalian senilai Rp 1.000. Ini sebet ulnya bisa dipidanakan dengan ancaman kurungan paling lama satu tahun dan denda maksimal Rp 200 juta.

PEDAGANG harus memiliki persediaan uang kecil yang banyak jika tak mau berurusan dengan hukum gara-gara tak punya uang kembalian. Hal ini menurut Christian, Manajer Fungsi Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan KPw BI Provinsi Kaltim, menjadi salah satu kelemahan sistem pembayaran cash.

Persediaan uang kecil yang banyak juga, menurutnya juga kadang merepotkan pedagang untuk menyimpannya. Belum lagi ada risiko hilang, karena terjatuh, dicuri, maupun terbakar.

uang elektronik
uang elektronik (net)

"Kelemahan lainnya adalah biaya pengelolaan uang yang besar. Dalam penelitian Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), menyebutkan biaya pengelolaan uang, mulai dari mencetak, mengedarkan, dan meracik (uang rusak) setahun mencapai Rp 3 triliun. Dan ini menjadi cost yang besar," ungkap Christian dalam Workshop Wartawan Ekonomi yang digelar KPw BI Kaltim selama dua hari (28-29 Maret) di Bali.

Baca: Tak Sembarangan, Ini Alasan BI Keluarkan Uang Kertas Warna-warni

Baca: Harga Batubara Terus Meroket, Ini Prediksi Bank Indonesia Kaltim untuk 2018

Salah upaya BI untuk mengurangi biaya pengelolaan uang dengan mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada 14 Agustus 2014.

Gerakan ini mendorong masyarakat menggunakan sistem pembayaran dan instrumen pembayaran non tunai dalam transaksi kegiatan ekonominya. Harapanya adalah terbentuk komunitas masyarakat yang terbiasa menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society), khususnya uang elektronik.

Christian pun membeberkan manfaat GNNT ini. Diantaranya praktis karena tak perlu banyak membawa uang tunai di dompet.

"Transasksi dengan uang elektronik juga transparans, karena tercatat. Sedangkan dengan sistem cash, kita butuh persediaan uang kecil. Ada pula waktu untuk menghitung uang kembalian kalau pakai tunai. Belum lagi jika kita belanja kembaliannya (berupa) permen. Beda dengan uang eletronik, 75 perak saja dibalikin," katanya.

KPw BI Provinsi Kalimantan Timur menandatangani MoU dengan Pemkot, berbagai perbankan, dan Pertamina untuk menggalakkan transaksi non tunai
KPw BI Provinsi Kalimantan Timur menandatangani MoU dengan Pemkot, berbagai perbankan, dan Pertamina untuk menggalakkan transaksi non tunai (TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO)
Halaman selanjutnya 12
Penulis: Adhinata Kusuma Editor: Adhinata Kusuma Ikuti kami di Begini Praktek 'Cuci Otak' Dr Terawan yang Dipecat Ikatan Dokter Indonesia Sumber: Google News | Liputan 24 Tanjung Redeb

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »