Penyandang disabilitas Samarinda akhirnya dapat SIM | Liputan 24 Kalimantan Timur
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Penyandang disabilitas Samarinda akhirnya dapat SIM

Posted by On 8:19 PM

Penyandang disabilitas Samarinda akhirnya dapat SIM

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya K omen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Penyandang disabilitas Samarinda akhirnya dapat SIM
  • Rabu, 13 Desember 2017 â€" 18:44
  • 212x views
Penyandang disabilitas Samarinda akhirnya dapat SIM Luar biasa, saya sangat bersyukur dan mengapresiasi dari Polresta. Karena ini pertama kali di Samarinda, khususnya di Kaltim Ilustrasi. Google.com/Jubi Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Samarinda, Jubi - Ani Juwairiah (45) tidak bisa menutupi kebahagiaannya usai mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Penantian selama 3 tahun, dia bersama teman-teman penyandang disabilitas lainnya terwujud.

Meski harus berpanas-panas di bawah terik matahari yang menyengat sejak tengah hari tadi, tidak menyurutkan semangat Ani, yang juga Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Provinsi Kalimantan Timur, bersama 49 penyandang disabilitas lain untuk mendapatkan SIM. Mereka umumnya penyandang tuna rungu dan tuna wicara.

Satu persatu dari mereka, mendaftar pembuatan SIM D khusus penyandang disabilitas di loket tenda khusus yang sudah disediakan Polresta Samarinda. Usai mendafta r, para penyandang disabilitas pun mengikuti uji praktik roda dua.

"Luar biasa, saya sangat bersyukur dan mengapresiasi dari Polresta. Karena ini pertama kali di Samarinda, khususnya di Kaltim," kata Ani, saat berbincang bersama merdeka.com, di sela uji praktik SIM D khusus penyandang disabilitas di halaman parkir Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Selasa (12/12) siang.

"Dua atau 3 tahun lalu, saya sudah mengajukan permohonan itu ke sini. Jadi keinginan buat SIM ini bukan tiba-tiba. Waktu itu memang boleh, tapi waktunya belum ada akses ke ruangan (pendaftaran SIM)," ujar Nia sambil memeluh keringatnya.

"Kebetulan kali ini, tempat pembuatan SIM dibenahi, disediakan tempat khusus. Jadi, ada semangat buat saya dan teman-teman membuat SIM. Terlebih lagi, Undang-undang sekarang sudah melindungi," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda AKBP Vendra Riviyanto dalam kesempatan itu juga menjelaskan, pen yediaan layanan khusus penyandang disabilitas merupakan inisiatif Polresta Samarinda ikut peduli penyandang disabilitas.

"Jadi kalau kita lihat Undang-undang, memang ada perlindungan disabilitas. Kami lihat pada saat saya patroli dan kontrol situasi, menemukan penyandang disabilitas ini," kata Vendra.

"Saya tanya, apakah sudah dilengkapi surat-surat sebagaimana mestinya? Ada yang sudah, ada yang mungkin enggan mengurus. Jadi, Polresta Samarinda jemput bola melayani penyandang disabilitas," ungkapnya.

Tahap awal, hari ini Satlantas Polresta Samarinda melayani 50 orang penyandang disabilitas membuat SIM. "Hari ini 50 orang. Ke depannya, akan terus dilayani berapapun jumlahnya. Kami akan tetap layani. Kita keluarkan SIM D khusus disabilitas dan sementara untuk pengendara motor," janji Vendra.

"Di hari Sabtu hari khusus ya pembuatan SIM, waktu sedikit longgar, loket sampai jam 12 siang. Memang pelayanan khusus, m isal ada ibu sambil menggendong anaknya," jelas Vendra.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Boney Wahyu Wicaksono juga menambahkan, memang, sebelum uji praktik memang penyandang disabilitas melakukan tes kesehatan terlebih dulu.

"Prosesnya sama, semua tes dilalui. Hanya memang ada tempat khusus untuk rekan-rekan penyandang disabilitas ya," demikian Boney Wahyu.

Pada akhir Oktober lalu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro menegaskan, pembangunan infrastruktur di daerah harus memperhatikan kepentingan penyandang disabilitas di daerahnya.

"Kami ingin kota-kota di Indonesia jadi yang namanya liveable city (kota yang nyaman didiami),” ujarnya di Jakarta, Selasa (31/10/2017) sebagaimana dikutip CNN Indonesia.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, kota yang nyaman ditinggali haruslah memberikan kemudahan akses bagi para seluruh penduduknya, termasuk di dalamnya penyandang disabilitas.

Dengan memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas, menurut dia, dapat memutuskan rantai masalah kemiskinan yang membelenggu di Indonesia.

"Ada korelasi yang kuat antara poverty (kemiskinan) dengan disability (cacat),” imbuh dia.

Berdasarkan data United Nation (UN), sekitar 80 persen penyandang disabilitas di dunia hidup di bawah garis kemiskinan.

Sementara, melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 68,3 persen penyandang disabilitas di Indonesia memiliki tingkat Capital Expenditure (Capex) dibawah US$2 ribu per hari.

Beberapa akses penting yang dibutuhkan oleh kaum disabilitas adalah akses kesehatan dan pendidikan. Hingga kini, hanya 77 persen kaum disabilitas yang mampu mengenyam pendidikan.

Tidak cuma itu, Bambang juga meminta kesetaraan perlakuan kerja bagi para kaum disabilitas. Menurutnya, hal ini sejalan dengan tujuan butir 8 yang tertuang dalam Sustainable Goal Development ( SDG) untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan.

Ia mengaku, masih melihat banyak kaum disabilitas yang mengalami tindak diskriminatif dalam mencari pekerjaan. Hal ini dikhawatirkan meningkatkan jumlah pengangguran.

Temuan International Labor Organisation (ILO) menyebut bahwa tingkat pengangguran penyandang disabilitas lebih tinggi dua hingga tiga kali dibandingkan dengan penduduk nondisabilitas.

“Penyandang disabilitas masih diperlakukan diskiriminatif. Mereka susah mendapatkan kerja,”(*)

Sumber: Merdeka.com/CNN Indonesia

loading...
Please enable JavaScr ipt to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Bila Orangutan binasa

Selanjutnya

Baca Juga
  • Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua

    Berita Papua â€" Senin, 11 Desember 2017
  • Legislator Papua sebut jika Jokowi menentang Amerika, buktikan dengan tutup Freeport

    Polhukam â€" Minggu, 10 Desember 2017
  • Legislator khawatir kedatangan pesawat Rusia resahkan OAP

    Polhukam â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam

    Dunia â€" Kamis, 07 Desember 2017
  • Inilah isi Komunike KTT pertama ULMWP di Vanuatu

    Nasional & Internasional â€" Sabtu, 09 Desember 2017

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Fadal Al Hamid tentang kapitalisme dan ideologi
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:24
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates Press UnFreedom in West Papua, an interview with Victor Mambor
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:18
Diproduksi : wpu Forest for Ecotourim, Papuan Way
Selasa, 30 Mei 2017 | 11:05
Diproduksi : wpu ‹ › Terkini
  • Yayasan Caritas PHK seluruh karyawan RS Mitra Masyarakat Timika

    Lapago â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 11:03 WP
  • Gorden dan wallpaper, paling diminati pelanggan

    Ekonomi â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 10:22 WP
  • Perbarind o: BPR Papua tumbuh positif

    Ekonomi â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 09:45 WP
  • Binpres KONI Papua kunci sukses prestasi di PON 2020

    Lembar Olahraga â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 09:36 WP
  • Persipura dan Freeport sudah bertemu, hasilnya?

    Lembar Olahraga â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 09:30 WP
  • Disperindag Papua gelar pasar murah

    Ekonomi â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 09:29 WP
  • SMUN 4 Jayapura libatkan Kepolisian membuat SIM siswa

    Mamta â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 08:50 WP
  • Ikatan keluarga besar Raja Ampat di Jayapura rayakan Natal bersama

    Bomberai â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 07:38 WP
  • Pemkab Tolikara sumbang Rp600 juta pada Kongres Baptis 2017

    Lapago â€" Kamis, 14 Desember 2017 | 06:37 WP
  • Galanita Tolikara yang pengaruh di Indonesia

    Lembar Olahraga â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 21:25 WP
  • MRP diharapkan lahir kan peraturan yang berpihak OAP

    Otonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:34 WP
  • Menteri Yohana: Sekolah Perempuan di Waropen untuk berdayakan perempuan Papua

    Perempuan dan Anak â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:23 WP
  • Masyarakat Papua diimbau menjaga kebersamaan

    Otonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:22 WP
  • Kejahatan di Papua menjadi keprihatinan Gubernur

    Otonomi â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:11 WP
  • Dikb ud Pemprov Papua sosialisasikan kurikulum bahasa daerah di Meepago

    Nabire Membangun â€" Rabu, 13 Desember 2017 | 20:07 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Liputan 24 Samarinda

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »