Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 9:05 PM

Tim Sepatu Roda Kalsel Ambil Bagian di Turnamen Sepatu Roda ...

Berita Olahraga

Tim Sepatu Roda Kalsel Ambil Bagian di Turnamen Sepatu Roda Samarinda Open 2018

Sebanyak tiga atlet sepatu roda Kalsel, akan dikirim ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Sepatu Roda, Samarinda Open 2018

Tim Sepatu Roda Kalsel Ambil Bagian di Turnamen Sepatu Roda Samarinda Open 2018istimewaAtlet sepatu roda Kalsel latihan rutin persiapan sebelum bertanding di Kejurnas Turnamen Sepatu Roda, Samarinda Open 2018, di GOR Segiri Parking Area, Samarinda, 27-29 April 2018.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak tiga atlet sepatu roda Kalsel, akan dikirim ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Sepatu Roda, Samarinda Open 2018, di GOR Segiri Parking Area, Samarinda, 27-29 April 2018.

Para atlet sepatu roda ini dibina oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kalsel, yang mana cabor ini tergabung di KONI.

Tiga atlet tersebut, Muhammad Fatih Syach, dan Muhammad Reyhan Febrianur kelompok umur C putra tanding di tiga nomor, yakni ITT 300 meter, Sprint 1000 meter, dan Eleminasi 5000 meter.

Baca: Foto Bapak & Anak di Restoran Ini Buat Netizen Menitikan Air Mata, Allahuakbar Kangen Bapak

Kemudian ada Rafa Sadiya dari kelompok umur C putri, yang juga tanding di nomor ITT 300 meter, Sprint 1000 meter, dan Eleminasi 5000 meter.

Pelatih tim sepatu roda Kalsel, Ahmad Husaini menjelaskan, persiapan berupa latihan rutin dilakukan sebelum mengikuti kejuaraan ini.

"Kami selalu latihan rutin lima kali dalam satu pekan , setiap Selasa dan rabu latihan fisik (off skate) di Siring Menara Pandang, kemudian Jumat, Sabtu, Minggu latihan memakai sepatu roda (on skate) tempat latihan di halaman Samsat Kayu Tangi, Banjarmasin," terangnya.

Baca: Duh Serem! Rumah 11 Miliar Milik Raffi Ahmad Ternyata Ada Penunggunya

Baca: Bagai Disambar Petir, Pria Ini Kaget Ternyata Pemeran di Video Mesum itu Istrinya

Mengenai target medali yang ingin dicapai, pelatih yang disapa Usai ini optimis Kalsel dapat meraih dua medali emas. Diungkapkannya, atlet sepatu roda Kalsel ikut Kejurnas sejak 2015 lalu.

Selain tiga atlet yang dikirim, Perserosi juga tengah membina 15 atlet lainnya yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

"Semoga Kalsel terpilih menjadi tuan rumah PON 2024, untuk itu kami sudah siapkan atlet yang akan memperkuat Kalsel," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana Editor: Edinayanti Sumber: Banjarmasin Post Ikuti kami di Terungkap Motif Kamsin Tabrak Temannya Sendiri hingga Tewas, Ternyata karena Perempuan Sumber: Google News | Liputan 24 Samarinda

thumbnail

Posted by On 8:26 PM

Driver Ojek Online Balikpapan Demo Depan Kantor Dishub, Ini ...

Driver Ojek Online Balikpapan Demo Depan Kantor Dishub, Ini Tuntutan Mereka

massa ojek online yang mengatasnamakan Gojek seluruh Kota Balikpapan berkumpul di pelataran Dinas Perhubungan Balikpapan.

Driver Ojek Online Balikpapan Demo Depan Kantor Dishub, Ini Tuntutan MerekaTribun Kaltim/Budi SusiloRatusan ojek online melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Jalan Ruhui Rahayau pada Senin (23/4/2018) pagi.

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Ratusan pengendara sepeda motor jasa angkutan online atau ojek online melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Jalan Ruhui Rahayau pa da Senin (23/4/2018) pagi.

Pengamatan Tribunkaltim.co sekitar pukul 08.30 Wita, massa ojek online yang mengatasnamakan Gojek seluruh Kota Balikpapan berkumpul di pelataran Dinas Perhubungan Balikpapan.

Pengemudi Gojek Balikpapan sampaikan aspirasi mengenai keadilan dalam berkegiatan ekonomi jasa angkutan umum.

Baca: Posting Foto Mandi Bareng, Natasha Wilona dan Verrell Bramasta Kembal Dikecam Netizen

Satu di antara organisasi pelindung ojek online, Albert, Asosiasi Driver Online Kalimantan Timur, menuturkan, aksi unjuk rasa para pengendara ojek online berkeinginan dipayungi aturan Perwali Kota Balikpapan.

Selama ini, katanya, pengendara ojek online belum dianggap legal termasuk soal tarif tidak diatur dalam Perwali. Selama ini kenyataannya tarif masih rendah.

"Kami ingin tarif yang keadilan merata. Sejahterah bersama," ujar Albert.

Baca: Video Pemukulan diduga Oleh Match Steward Kepada Aremania Geger kan Dunia, Media Asing Ikut Menyorot

Selain itu, Pemkot Kota Balikpapan seharusnya perlu membatasi driver bertambah. Selama ini tidak ada pembatasan, rekrutan ojek online tak dibatasi kuota.

"Membuat penghasilan berkurang bagi kami yang sudah jadi gojek dan juga berdampak bagi angkutan konvensional," tegasnya. ( )

Penulis: Budi Susilo Editor: Januar Alamijaya Ikuti kami di Terungkap Motif Kamsin Tabrak Temannya Sendiri hingga Tewas, Ternyata karena Perempuan Sumber: Google News | Liputan 24 Balikpap an

thumbnail

Posted by On 8:25 PM

Pengungsi di Rudenim Balikpapan Mengamuk, Apa Tuntutannya?

Liputan6.com, Balikpapan - Ratusan penghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan Kalimantan Timur merusak sejumlah peralatan pengawasan. Para pengungsi dari beberapa negara konflik ini menghancurkan sebanyak 27 CCTV, taman, meja, kursi serta aksi vandalisme di sekujur dinding Rudenim Balikpapan.

"Mereka rusak semua peralatan negara di Rudenim Balikpapan ini," keluh Kepala Rudenim Balikpapan, Irham Anwar, Minggu (22/4/2018).

Irham mengatakan, aksi anarkis pengungsi Afganistan, Iran, dan Somalia sudah mulai terekam sejak bulan September silam. Mereka memboikot berbagai program rutin Rudenim Balikpapan agar pengungsi tidak jenuh terkurung dalam ruang penampungan.

"Mereka menolak program rekreasi bersama seperti berenang dan olahraga di luar Rudenim Balikpapan ini. Tidak ada yang mau turut serta," paparnya.

  • Titik Terang Nasib Pengungsi Cantik Asal Afghanistan di Manado
  • Warga Iran di Makassar Depresi, Apa yang Terjadi?
  • Pengungsi Timur Tengah Sudah 15 Hari Mogok Makan di Jayapura

Aksi aksi makin anarkis terus dilakukan, berupa aksi demo serta menolak mengkonsumsi jatah ransum sudah diberikan organisasi donor UNHCR. Puncaknya adalah dalam sepekan terakhir di mana terjadi perusakan sejumlah peralatan Rudenim Balikpapan.

"Mereka melakukan perusakan pada malam hari sehingga tidak diketahui siapa yang merusak peralatan ini," ungkapnya.

Para pengungsi menuntut bisa bebas berkeliaran selama menetap di Balikpapan. Selama ini, mereka memang dikurung dalam ruang isolasi di Rudenim Balikpapan.

"Permintaan mereka tidak mungkin, ada penolakan warga Balikpapan sehubungan keberadaan mereka," tegas Irham.

Rudenim Balikpapan menampung sebanyak 149 pengungsi yang mayoritas berasal dari Afganistan. Mereka secara bergelombang berdatangan ke Balikpap an sejak empat tahun terakhir dari berbagai negara konflik.

Para pengungsi menunggu permohonan suaka politik ke sejumlah negara tujuan seperti Australia, Selandia Baru, Kanada dan Amerika Serikat. Indonesia hanyalah negara transit para pengungsi sembari menunggu persetujuan negara tujuan.

Sejumlah Rudenim di Bogor, Jakarta dan Puncak, menurut Irham, memang membebaskan para pengungsi berkeliaran bebas di masyarakat lokal. Namun keberadaan mereka akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan sosial dan pidana bagi warga lokal.

"Ada yang jadi gigolo hingga mengganggu rumah tangga warga lokal. Itu pula alasannya kenapa sejumlah daerah menolak keberadaan mereka," paparnya.

Rudenim Balikpapan sudah mengantongi tujuh provokator yang diduga menjadi dalang kekisruhan pengungsi ini. Mereka yang seluruhnya adalah warga negara Afganistan adalah Mahdai Alidada, M Gulzani, M Eksanulohzahil, Reza Aseprohimi, Syahid Arif, Ali Nadiki dan Ali Reza Fachori.

"Mereka ini yang sering rapat rapat dan mempengaruhi pengungsi lain," ungkapnya.

Rudenim Balikpapan tegas menolak tuntutan para pengungsi agar bisa berkeliaran di Balikpapan. Irham berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna menindak tegas pengungsi yang kedapatan melakukan tindakan anarkis merusak peralatan Rudenim Balikpapan.

"Kami serahkan pada polisi untuk memberikan tindakan hukumnya," ujarnya.

1 dari 2 halaman

Pengungsi Ingin Bebas

Pengungsi Afghanistan
Pengungsi Afganistan menyuarakan aspirasinya. (Liputan6.com / Abelda Gunawan)

Salah seorang pengungsi Afganistan, Zamon Mirdidda mengatakan, mereka sudah bosan terkungkung selama empat tahun berada dalam Rudenim Balikpapan. Menurutnya, mereka juga punya hak hidup bebas berkeliaran di negara orang lain.

"Kami bukan pelaku kriminal, kami tidak akan ganggu orang lain," ujarnya.

Zamon menyebutkan, dirinya adalah pengungsi dari Afganistan yang tidak mungkin kembali ke negaranya. Ia hanya mengharapkan Pemerintah Indonesia sudi memberikan kelonggaran soal keberadannya menetap di Balikpapan.

"Negara kami berbahaya, tidak mungkin kembali. Kami hanya ingin bebas saja di sini," tuturnya.

Soal pengrusakan sejumlah peralatan Rudenim Balikpapan, Zamon mengaku tidak mengetahui siapa yang sudah melakukannya. Dalam dua hari terakhir ini, ia mengaku dalam kondisi sakit.

"Saya istirahat saja di kamar sehingga tidak tahu apa yang terjadi di luar," sebutnya.

Gelombang pengungsi berbagai negara ini berdatangan mulai tahun 2014 silam di Balikpapan. Mereka akhirnya memenuhi ruang penampungan Rudenim Lamaru di Balikpapan.

Rudenim Balikpapan memperoleh bantuan International Organizaton of Migration (IOM) guna mengurusi kebutuhan makanan pengungsi. Mereka memperoleh m enu lauk pauk sempurna tiga kali dalam seharinya.

Awal penggunannya, Rudenim Balikpapan langsung sesak sebanyak 281 pengungsi dari Afganistan, Rohingya, Pakistan dan Philipina. Bangunan penampungan terdiri 24 sel semestinya hanya mampu menampung sebanyak 144 jiwa pengungsi.

Sementara ini, Rudenim Balikpapan hanya memisahkan antar pengungsi sesuai agama maupun kebangsaanya. Pemilahan antar pengungsi untuk menghindarkan gesekan diantara mereka.

Ledakan peningkatan jumlah pengungsi timur tengah terjadi selama bulan November 2014 saja. Selama bulan tersebut terdapat beberapa gelombang kedatangan jumlah pengungsi ke Balikpapan yang jumlahnya mencapai ratusan jiwa.

Namun demikian, penempatan pengungsi ini harus mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Keimigrasian. Sebelumnya, mereka terpaksa memadati rumah dinas Kepala Imigrasi Balikpapan.

Namun sejak 2015 lalu, pemerintah daerah di Balikpapan meminta agar kedatangan pengungsi dihentikan se mentara. Pemkot Balikpapan mengkhawatirkan keberadaan pengungsi berdampak langsung terhadap peningkatan angka kriminalitas setempat.

Warga Lamaru mengetahui keberadaan Rudenim yang menampung ratusan warga asing negara konflik. Mereka tidak terlalu mempersoalkan mengingat para pengungsi ini juga tidak pernah berinteraksi dengan masyarakat di Balikpapan.

"Mereka tidak pernah keluar dari Rudenim tanpa pengawalan. Tidak juga pernah bikin ribut di sini sehingga warga menanggapinya dengan santai saja," ujar Yatno.

Yatno mengatakan mayoritas masyarakat Balikpapan memiliki tingkat toleransi tinggi menyikapi perbedaan dalam beragama. Kedewasaan dalam beragama ini yang membuatnya tidak terlalu mempersoalkan keberadaan pengungsi Syiah di Balikpapan.

Namun demikian, Yatno meminta pemerintah daerah agar mampu mengendalikan jumlah pengungsi di Balikpapan. Dia hanya mengkhawatirkan membludaknya pengungsi ini nantinya berdampak langsung terhadap peningkatan angka kriminalitas di Balikpapan.

"Bila tidak dikendalikan jumlahnya dikhawatirkan ada sebagian yang keluar dari pengawasan serta melakukan tindak pidana di Balikpapan," ujarnya.

Sumber: Google News | Liputan 24 Balikpapan